PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM BERORGANISASI

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM BERORGANISASI

       Dewasa kini, pada setiap organisasi pastilah akan mengalami berbagai kendala yang menghalanginya untuk terus maju, baik itu dalam kategori internal maupun eksternal, sehingga setiap organisasi dituntut untuk bisa memecahkan serta menghadapi berbagai masalah tersebut agar perusahaan dapat terus tetap bertahan untuk kedepanya. Maka dari itu diperlukan sebuah keputusan yang akan menentukan nasib sebuah perusahaan, setiap keputusan bisa bermacam-macam bentuknya sesuai dengan permasalahan/kendala apa saja yang sedang dialami.

     Di sinilah peran sebuah pemimpin dalam organsasi sangat diperlukan dalam membuat keputusan. Dalam membuat sebuah keputusan biasanya meliputi pengidentifikasian,perumusanmasalah, serta pengevaluasian yang berakhir pada pemecahan masalah. Dari berbagai macam cara pemecahan yang dibuat maka dapat diambil cara yang lebih baik, akan tetapi dalam mencari suatu solusi itu tidaklah mudah dan dibutuhkan suatu skill,pemahaman akan teori teori, serta pengalaman organisasi dalam kepemimpinan sehingga semakin baik seorang pemimpin dalam hal ini dapat menguasai 3 hal tersebut maka suatu masalah pastilah dapat dipecahkan dengan cara yang terbaik dan efisien dan akhirnya dapat meningkatkan aktivitas organisasi menjadi lebih produktivitas dalam mencapat tujuan.

DEFINISI KEPUTUSAN

   Keputusan adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan-kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinyaSetiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat dirasakan rasional atau irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau asumsi lemah. keputusan adalah suatu ketetapan yang diambil oleh organ yang berwenang berdasarkan kewenangan yang ada padanya.

Definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli:

G. R. TerryPengambilan

           keputusan dapat didefenisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuantertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”.

Harold Koontz dan Cyril O’Donnel

   Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenaisesuatu cara bertindak—adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakantidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk ataureputasi yang telah dibuat.

Theo HaimanInti

     Dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan carabertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.

•Drs. H. Malayu S.P Hasibuan

Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik darisejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.

ChesteBarnard

Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalamgambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertiantingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.

JENIS – JENIS KEPUTUSAN

  • Keputusan Terprogram

      Merupakan keputusan yang berulang dan telah ditentukan sebelumnya, dalam keputusan terprogram prosedur dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami organisasi. Keputusan terprogram memiliki struktur yang baik karena pada umumnya kriteria bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi mengenai kinerja saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif keputusan, dan tingkat kepastian relatif yang tinggi. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberberhasilan antara 2 alternatif atau lebih. Contoh keputusan terprogram adalah, aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost.

  •  Keputusan Tidak Terprogram

        Keputusan ini belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan tidak terprogram tidak ada prosedur baku yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Keputusan ini dilakukan ketika organisasi menemui masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya, sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, akibatnya keputusan tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit alternatif keputusan dibandingkan dengan keputusan terprogram selain itu tingginya kompleksitas dan ketidakpastian keputusan tidak terprogram pada umumnya melibatkan perencanaan strategik.

Contoh:

   Dalam suatu perusahaan jika kita mendapatkan suatu masalah maka, kita dalam mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaikannya kita tidak boleh terburu-buru karena dapat menyebabkan kita mengambil atau memilih keputusan yang salah dan bahkan dapat membuat masalah semakin sulit. Oleh karena itu kita harus mempertimbangkan dengan baik dengan cara mencari informasi, memahaminya dengan baik, dan mendiskusikan keputusan kita dengan orang-orang yang ikut dalam perusahaan itu, agar keputusan yang kita ambil dapat diterima dengan baik dan dapat memecahkan masalah yang ada.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM PEMGAMBILAN KEPUTUSAN

Dalam praktiknya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Arroba (1998) menyebutkan 5 faktor faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan, yaitu:

  • informasi yang diketahui perihal permasalahan yang dihadapi.
  • • tingkat pendidikan.
  • • personality.
  • • coping, dalam hal ini dapat berupa pengalaman hidup yang terkait dengan permasalahan (proses adaptasi).
  • • culture.

Siagian (1991) bahwa terdapat aspek-aspek tertentu bersifat internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Adapun aspek internal tersebut antara lain :

Pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Biasanya semakin luas pengetahuan seseorang semakin mempermudah pengambilan keputusan.

Aspek kepribadian. Aspek kepribadian ini tidak nampak oleh mata tetapi besar peranannya bagi pengambilan keputusan.

Sementara aspek eksternal dalam pengambilan keputusan, antara lain :

Kultur. Kultur yang dianut oleh individu bagaikan kerangka bagi perbuatan individu. Hal ini berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan.

Orang lain. Orang lain dalam hal ini menunjuk pada bagaimana individu melihat contoh atau cara orang lain (terutama orang dekat ) dalam melakukan pengambilan keputusan. Sedikit banyak perilaku orang lain dalam mengambil keputusan pada gilirannya juga berpengaruh pada perilkau individu dalam mengambil keputusan.

      Dengan demikian, seseorang yang telah mengambil keputusan, pada dasarnya dia telah melakukan pemilihan terhadap alternatif-alternatif yang ditawarkan kepadanya. Kendati demikian, hal yang tidak dapat dipungkiri adalah kemungkinan atau pilihan yang tersedia bagi tindakan itu akan dibatasi oleh kondisi dan kemampuan individu yang bersangkuran,lingkungan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan fisik dan aspek psikologis.Seorang Pemimpin sebagai problem solver dituntut untuk memiliki kreativitas dalam memecahkan masalah dan mengembangkan alternatif

penyelesaiannya. Berpikir kreatif untuk memecahkan masalah dapat dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

Tahap orientasi masalah

yaitu merumuskan masalah danmengindentifikasi aspek aspek masalah tersebut.dalam prospeknya, si pemikir mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan masalahyang dipikirkan.

Tahap preparasi

Pikiran harus mendapat sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah tersebut. Kemudian informasi itu diproses untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pada tahap orientasi.

Tahap inkubasi

Ketika pemecahan masalah mengalami kebuntuan maka biarkan pikiran beristirahat sebentar. Sementara itu pikiran bawah sadar kita akan bekerja secara otomatis untuk mencari pemecahan masalah.

Tahap iluminasi.

Proses inkubasi berakhir, karena si pemikir mulai mendapatkan ilham serta serangkaian pengertian (insight) yang dianggap dapat memecahkan masalah.

Tahap verifikasi

yaitu melakukan pengujian atas pemecahan masalah tersebut, apabila gagal maka tahapan sebelummnya harus di ulangi lagi.

Dalam hal mengambil keputusan, antar individu yang satu dengan individu yang lain melakukan pendekatan dengan cara yang tidak sama. Setiap orang mempunyai cara unik dalam mengambil keputusan. Jadi ada gaya yang berbeda-beda antar individu yang satu dengan yang lain dalam melakukan pengambilan keputusan.

Harren (1980) Menyebutkan gaya pengambilan keputusan adalah caracara unik yang dilakukan seseorang di dalam membuat keputusan-keputusan penting dalam hidupnya.Gaya pengambilan keputusan bersifat melekat pada kondisi seseorang. Gaya pengambilan keputusan dipelajari dan dibiasakan oleh individu dalam kehidupannya, sehingga menjadi bagian dan miliknya serta menjadi polarespon saat individu menghadap situasi pengambilan keputusan. Gaya pengambilan keputusan juga menjadi ciri atau bagian unik dari individu (Phillips, dkk. 1984).

Harren, dkk. membedakan pengambilan keputusan ke dalam 2 (dua) gaya pengambilan yang berseberangan yaitu gaya rasional dan intuitif. Penggolongan dua gaya ini di dasarkan atas:

• Tingkat individu menggunakan strategi pengambilan keputusan yang bersifat emosional.

• Cara individu mengolah dan menanggapi informasi serta melakukan evaluasi dalam situasi pengambilan.

DAFTAR PUSTAKA

http://definisiwirausahamenurutahli.blogspot.com/2012/11/jenis-jenis-keputusan-definisi.html (4 mei 2013, pkl 23.00)

http://www.scribd.com/doc/52282565/definisi-keputusan-menurut-ahli (4 mei 2013,pkl 23.00)

http://id.wikipedia.org/wiki/Keputusan(4 m ei 2013,pkl 23.00)

http://satriabajahikam.blogspot.com/2012/02/pengambilan-keputusan-dalam-manajemen.html ( 4 mei 2013,pkl 23.00)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s