OBJEK WISATA KOTA JAMBI

OBJECT WISATA DI KOTA JAMBI

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Pariwisata sebagai salah satu industri gaya baru (new style industry) secara efektif terbukti mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat, terbukanya lapangan kerja, peningkatan taraf hidup dan mengaktifkan sektor industri lain di dalam negara penerima wisatawan. Sebagai sebuah industri gaya baru sektor ini mencoba meninggalkan paradigma lama tentang industri yang hanya menekankan pada suatu proses-output dengan maksud untuk mendapatkan profit keuntungan semata. Landasan operasionalisasi sektor industri ini di dasarkan pada ilmu-ilmu baru, tehnologi canggih dan cara berfikir serta dimensi dan persepsi yang bervariasi pula. Begitu kompleksnya aspek-aspek yang terkait dengan pariwisata ini, baik menyangkut aspek organisasi, pemasaran, perencanaan dan tehnik-tehnik pariwisata. Sehingga dalam sektor industri ini meniscayakan suatu latar belakang kemampuan intelektual yang luas dan pendidikan khusus agar para profesional dan praktisi yang bergerak di sektor ini mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ilmu, tehnologi dan paradigma baru dalam industri pariwisata. Terkait dengan diskursus desentralisasi (otonomi daerah), pariwisata semakin menjadi primadona. Daya tariknya yang luar biasa dalam menggerakkan roda perekonomian menjadikan masing-masing daerah berupaya menggali sebesar-besarnya potensi wisata daerahnya masing-masing. Hal ini tidak menjadi hal yang aneh, daerah mana yang tidak iri dengan Bali, sebuah propinsi yang potensi sumber daya alamnya hanya dapat menghasilkan output yang sedikit, namun tingkat kesejahteraan ekonominya sangat tinngi karena dipacu oleh income yang didapatkan dari sector pariwisata. Fenomena dalam dunia pariwisata memang menunjukkan suatu prospek yang menguntungkan dari sisi bisnis. Kondisi pasar dalam industri ini menunjukkan suatu “sustainable profit values” – sejumlah nilai keuntungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu dalam upaya untuk meningkatkan nilai pendapatan dari pariwisata ini, maka layak sebenarnya dilakukan analisis menyeluruh terhadap kondisi pasar pariwisata, baik menyangkut mekanisme penawaran (supply), permintaan (demand), pelaku-pelaku pasar (actors) dan kondisi lingkungan disekitarnya.

Mengkaji permasalahan penawaran dalam pasar pariwisata, ditandai oleh tiga ciri khas utama. Pertama, merupakan penawaran jasa-jasa, dengan demikian apa yang ditawarkan itu tidak mungkin ditimbun dalam waktu lama dan harus ditawarkan dimana produk itu berada. Oleh karena itu mustahil untuk mengangkutnya, dan inilah yang membuat perbedaan dengan produk-produk lainnya yang ditawarkan, dalam arti bahwa konsumen harus mendatangi apa yang dirtawarkan itu untuk diteliti. Kedua produk yang ditawarkan dalam industri pariwisata ini sifatnya kaku (rigid) dalam arti bahwa dalam usaha pengadaan untuk pariwisata, sulit sekali untuk mengubah sasaran penggunaan untuk di luar pariwisata. Ketiga, berlakunya hukum substitusi. Karena pariwisata belum menjadi kebutuhan pokok manusia, maka penawaran pariwisata harus bersaing ketat dengan penawaran barang-barang dan jasa yang lain.

BAB II

PEMBAHASAN

 jambi1

Kota Jambi adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Jambi, Indonesia. Kota Jambi dibelah oleh sungai yang bernama Batanghari, kedua kawasan tersebut dapat dihubungi oleh jembatan yang bernama jembatan Aur Duri. Kota Jambi dibentuk sebagai pemerintah daerah otonom kotamadya berdasarkan ketetapan Gubernur Sumatera nomor 103/1946, tanggal 17 Mei 1946. Kemudian ditingkatkan menjadi kota besar berdasarkan Undang-undang nomor 9 tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom kota besar dalam lingkungan daerah provinsi Sumatera Tengah.[2] Kemudian kota Jambi resmi menjadi ibukota provinsi Jambi pada tanggal 6 Januari 1957 berdasarkan Undang-undang nomor 61 tahun 1958. Berdasarkan Undang-undang nomor 6 tahun 1986, luas wilayah admiistratif pemerintah kota Jambi adalah ± 205.38 km², secara geomorfologis kota ini terletak di bagian barat cekungan Sumatera bagian selatan yang disebut sub-cekungan Jambi, yang merupakan dataran rendah di Sumatera bagian timur.

Dari topografinya, kota Jambi relatif datar dengan ketinggian 0-60 m di atas permukaan laut. Bagian bergelombang terdapat di utara dan selatan kota, sedangkan daerah rawa terdapat di sekitar aliran Batanghari, yang merupakan sungai terpanjang di pulau Sumatera dengan panjang keseluruhan lebih kurang 1.700 km (11 km yang berada di wilayah kota Jambi dengan lebar sungai ± 500 m), sungai ini berhulu pada Danau Diatas di provinsi Sumatera Barat dan bermuara di pesisir timur Sumatera pada kawasan selat Berhala.

Kota Jambi beriklim tropis dengan suhu rata–rata minimum berkisar antara 22,1-23,3 °C dan suhu maksimum antara 30,8-32,6 °C, dengan kelembaban udara berkisar antara 82-87%. Sementara curah hujan terjadi sepanjang tahun sebesar 2.296,1 mm/tahun (rata-rata 191,34 mm/bulan) dengan musim penghujan terjadi antara Oktober-Maret dengan rata-rata 20 hari hujan/bulan, sedangkan musin kemarau terjadi antara April-September dengan rata-rata 16 hari hujan/bulan.

 

Pusat perbelanjaan

  • WTC Batang Hari: RamayanaHypermart
  • Matahari Departement Store
  • Mandala Swalayan
  • Toko Buku Tropi
  • Jambi Prima Mall / Trona
  • Mall Kapuk
  • Meranti Swalayan
  • Mall Jambi Town Square
  • Toko Buku Gramedia

Pariwisata

Maskot kota Jambi adalah:

  • Jembatan Makalam
  • Tugu Jam
  • Sungai Batanghari
  • Tugu Juang
  • Tugu Pers

 

Hotel berbintang

 

Pusat hiburan

  • Bioskop 21 di WTC Batanghari
  • Bioskop Sumatera Cineplex

OBJEK WISATA DI JAMBI

TAMAN RIMBA JAMBI

8

.Taman Mini dan Taman Rimba Jambi merupakan salah satu objek wisata andalan yang terdapat di Kota Jambi. Taman ini berada di tengah-tengah kota dan tidak jauh dari Bandar Udara Sulthan Thaha Syaifuddin. Keberadaan objek wisata ini merupakan upaya pemerintah setempat untuk menyediakan tempat hiburan yang nyaman bagi masyarakat kota di tengah minimnya sarana bermain, taman hiburan, dan tempat wisata di Kota Jambi.

Taman yang didirikan sekitar awal tahun 80an di atas lahan seluas 18 ha ini menggabungkan dua konsep wisata, yaitu wisata hiburan (bermain) dan kebun binatang. Dengan harapan, selain dapat melihat aneka jenis hewan, wisatawan juga terhibur dengan berbagai macam permainan. Oleh sebab itu, objek wisata ini kemudian disebut Taman Mini dan Taman Rimba Jambi.

Pada tahun 1997, kawasan ini dijadikan sebagai pusat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ke-18. Untuk mendukung kegiatan tersebut, maka di dalam taman dibangun beberapa fasilitas penunjang, seperti tribun, rumah panggung (Kejang Lako), dan 6 rumah adat yang masing-masing mewakili kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Setelah kegiatan MTQ selesai, bangunan-bangunan tersebut tetap dipertahankan dan digunakan sebagai pelengkap Taman Mini dan Taman Rimba Jambi.

Melihat potensi yang dimiliki oleh taman ini, mulai pertengahan tahun 2008, Pemerintah Kota Jambi menjadikan kawasan ini sebagai salah satu objek wisata andalan. Untuk mendukung hal itu, berbagai upaya telah dilakukan, seperti pembangunan pusat suvenir, penambahan koleksi kebun binatang, dan pembangunan sarana hiburan. Untuk penataan pusat belanja dan suvenir, maka tribun yang terdapat di dalam taman disulap menjadi kios-kios suvenir. Rumah-rumah adat yang dibangun di dalam taman juga dimanfaatkan untuk tempat penjualan cenderamata khas masyarakat Jambi. Untuk penambahan koleksi kebun binatang, pemerintah setempat melakukan berbagai upaya dengan mendatangkan beberapa jenis hewan langka, baik yang didapat dari hasil penyitaan dari masyarakat, maupun sumbangan dari para pemerhati hewan.

Taman Mini dan Taman Rimba Jambi memiliki koleksi hewan yang terdiri dari berbagai jenis burung dan hewan langka lainnya. Jenis-jenis burung langka yang dipelihara di taman ini, antara lain burung rangkok, pelikan laut, elang, rajawali, bangau, dan burung unta. Burung-burung tersebut ditempatkan di dalam satu ruangan yang dibangun seperti rumah kaca yang dirancang berbentuk bulat seperti bola besar.

Sementara jenis hewan langkanya antara lain beruang hitam, gajah, dan buaya. Para wisatawan dapat melihat dari dekat dan jika membawa makanan bisa memberikannya kepada hewan-hewan tersebut. Bagi wisatawan yang senang mengendarai binatang dapat mencobanya dengan menunggang gajah. Gajah-gajah tersebut siap mengantar para pengunjung untuk berkeliling di arena yang sudah disediakan oleh pengelola.

Di dalam taman juga terdapat bangunan rumah adat Kejang Lako. Rumah Adat Kejang Lako dibangun dengan konsep bangunan yang lebih modern tanpa meninggalkan ciri khasnya, yaitu bubungan rumah yang diukir dengan jenis ukiran burung angsa kejang lako. Rumah tersebut memiliki beberapa ruangan, seperti kamar yang berjumlah 15 ruangan dan 1 aula besar. Selain itu, di dalam taman juga terdapat 6 unit bangunan lainnya yang merupakan rumah adat dari 6 kabupaten di Provinsi Jambi. Antara satu bangunan dengan bangunan lainnya memiliki perbedaan yang khas

Taman Mini dan Taman Rimba Jambi dilengkapi dengan bangunan tribun untuk tempat bermain atau berolahraga. Untuk memberi kenyaman bagi para pengunjung, maka tribun tersebut dilengkapi dengan taman yang ditanami aneka bunga dan kolam dengan aliran air yang mengalir tiada henti. Taman Mini dan Taman Rimba Jambi terletak di Jl. Sunaryo, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Indonesia. Perjalanan menuju Taman Mini dan Taman Rimba Jambi dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan kota (metro mini), taksi atau mobil pribadi. Dari Bandar Udara Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi, perjalanan menggunakan angkutan kota ke Taman Mini dan Taman Rimba Jambi yang berjarak sekitar 500 m hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit, dengan ongkos sekitar Rp 3.000 (November 2008).Harga tiket masuk ke obyek wisata ini sebesar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak (November 2008).

Bagi wisatawan yang datang menggunakan mobil pribadi, tidak perlu khawatir, karena di sekitar lokasi terdapat area parkir yang cukup luas. Obyek wisata ini juga memiliki beberapa sarana bermain dan berolahraga yang diperuntukkan bagi kalangan dewasa maupun anak-anak. Sembari bermain dan berwisata, para wisatawan dapat menikmati kuliner khas Jambi yang dijual oleh masyarakat setempat. Di sekitar obyek wisata telah dibangun pusat perbelanjaan, warung makan, dan pusat oleh-oleh khas Jambi.

 

RUMAH BATU OLAK

Fasade dan gerbang rumah batu. Tribun Jambi/ Kurnia Prastowo Adi

Rumah Batu Olak Kemang merupakan Rumah Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri yang  juga dikenal sebagai Pangeran Wiro Kusumo terletak di sisi utara Sungai Batanghari di Kota Jambi. Tepatnya berada di Jl. KH. Abdul Qodir Ibrahim RT. 02 kelurahan Olak kemang Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi.

Rumah yang oleh masyarakat seberang Kota Jambi dikenal sebagai Rumah Batu Olak kemang ini terdaftar oleh Kantor Pariwisata Jambi sebagai tempat wisata, namun situs wisata ini sepertinya hanya sebagai referensi untuk observasi sejarah. Karena di sana belum dirancang khusus sebagai sarana rekreasi.

Rumah Batu Olak Kemang ini merupakan peninggalan seorang penyebar agama Islam di Kota Seberang pada abad ke 18 yaitu Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri atau yang dijuluki PangeranWiro Kusumo. Ketika akan membangun rumah, Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri mendapat banyak saran dari rekannya. Termasuk dari Datuk Sintai, seorang pedagang dari negeri Cina. Lewat tangan Datuk Sintai itu lah rumah yang kini jadi cagar budaya kebanggaan Jambi itu berdiri.

Paduan Cina-Arab, terkesan kental pada bangunan tua ini, dimana terlihat adanya relief naga di dinding bercat putih, disisi kanan terdapat sebuah batu berukiran singa dan bunga. Di pilar bagian dalam, tampak relief bertuliskan huruf-huruf  Arab.

Bangunan itu menghadap ke Sungai Batanghari. Pasalnya, pada jaman dahulu kala, akses jalan terbesar berada di pinggiran Sungai Batanghari, bukan di jalan protokol Kecamatan Danau Teluk saat ini.

Selain sarat nilai sejarah, rumah batu tersebut sering didatangi pengunjung, dengan berbagai keperluan seperti mengadakan penelitian, menjadikan lokasi sebagai tempat foto prawedding atau sekedar berkunjung untuk melihat-lihat.

Rumah Batu Olak Kemang ini juga sempat dijadikan bahan penelitian oleh Fiona Kerlogue, seorang mahasiswi asal Inggris.

Jurnalis dari CCTV (China), Taiwan Macroview TV (Taipeh), Metro TV (Indonesia), dan tidak ketinggalan wartawan cetak diantaranya dari Harian China News Service (bahasa mandarin), Harian Indonesia Shang Bao (bahasa mandarin), Sebelum meninggalkan Kota Jambi, menyempatkan diri bertandang ke rumah batu peninggalan Pangeran Wiro Kusumo ini.

Ini menandakan kalau Rumah Batu Olak Kemang ini sudah dikenal di masyarakat luas sampai ke luar negeri.

MUSEUM NEGRI JAMBI

tmpdepan

MUSEUM ini dibangun tahun 1981 di atas tanah seluas 13.350 meter persegi, dengan luas bangunan 4.000 meter persegi. Bangunannya selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 6 Juni 1988 dengan gaya arsitektur Kajang Loko, yang menjadi ciri khas arsitektur rumah adat masyarakat Jambi. Museum ini menyimpan beraneka ragam benda peninggalan sejarah dan budaya Jambi. Koleksi yang terdapat dalam Museum dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, seperti: biologika, geologika, arkeologika, etnografika, numismatika, heraldika, dan keramalogika. Keistimewaan koleksinya berjumlah sekitar 2.855 buah.

Dari sekian banyak koleksi tersebut, terdapat 5 koleksi utama yang menjadi icon museum, Seperti 2 buah Arca Avolokiteswara yang terbuat dari emas yang ditemukan di situs Rantau Kapas Tuo pada tahun 1991, Medali emas bersegi tujuh yang bertahun 1298 Hijriyah merupakan hadiah dari Kerajaan Turki Ustmani kepada Sulthan Thaha Saifuddin selaku Raja Jambi, Ssabuk Emas dan Kalung Emas.

Selain lima koleksi utama, terdapat 100 buah keramik kuno Cina yang ditemukan oleh para penyelam di perairan yang terletak di perbatasan antara Jambi dan Riau. di samping itu, juga terdapat koleksi benda-benda bersejarah lainnya, seperti: mesin cetak uang kuno, perahu lajur kuno, alat tukar kuno untuk produk karet, koleksi flora fauna dan busana adat tradisional Jambi. Dengan koleksi benda-benda bersejarah tersebut, Museum Negeri Jambi menjadi salah satu museum yang menarik untuk dikunjungi.

AIR TERJUN SEI LETUNG

lembah harau

Terletak di Dusun Muara Buat, Desa Sungai Letung, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Propinsi JambiBerjarak sekitar 50 km atau sekitar 4 jam perjalanan dari pusat ibukota kabupaten Bungo, Muara Bungo. Kondisi jalan menuju kecamatan Bathin III Ulu sudah cukup baik dengan jalan beraspal. Hanya beberapa kilometer masih berupa jalan berkerikil tajam. Selanjutnya perjalanan diteruskan ke Sungai Letung yang berjarak 3 km dengan melewati hutan-hutan yang masih alami. Dan terakhir perjalanan diteruskan ke lokasi air terjun.

 

JAM GENTO

MZ_DSC0683

Keberadaan Jam Gento di Kabupaten Merangin . Jam Gento Merangin, mempunyai arti sendiri bagi masyarkat kabupaten Merangin. Karena selain dari menjadi simbol keindahan, objek wisata tersebut juga diresmikan langsung oleh tokoh politik Nasional, yakni Amin Rais.Sepanjng hari, kesibukan di jam gento akan selalu hidup apa lagi di kala senja telah mengintari kota Bangko. Maka tempat tersebut dipastikan akan ramai dikunjungi oleh warga, yang pada umumnya dari kuala muda tersebut. Aktifitas disana tampaknya juga berlangsung di malam hari, sebab banyak pasangan muda mudi yang asik duduk sambil menikmati gemerlapnya cahaya lampu, yang tampak menerangi kota Bangko.

Tidak hanya itu, ternyata jam gento di kalangan anak muda Merangin lebih populer dijadikan sebagai tempat ajang pertemuan. Baik sesamateman, ataupun dengan orang yang belum dikenal. Lain halnya dengan Rehan bahwa tempat nongrong yang pas untuk menikmati senja hanya di Jam gento namun,sangat di sayangkan kebersihan Jam gento masih sangat minim, terlihat dari tidak tersedianya tempat duduk dan banyaknya sampah yang berserakan di tamanya. Keberadaan jam gento masih menjadi magnet bagi kalangan anak muda, namun kondisi tersebut masih sering di jadikan tempat mesum, dan untuk menghindari penyalah gunaan tempat maka semestinya intasi terkait untuk bias memantau agar Jam Gento tidak di jadikan ajang mesum.

 

DANAU KACO

20120403-kaco1

yang terletak dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Danau yang memiliki luas sekitar 30 x 30 meter ini memiliki kedalaman yang masih menjadi misteri. Meskipun memiliki kedalaman air yang tidak terukur, namun dasar Danau Kaco bisa terlihat secara jelas. Ini karena warna air yang bening dan jernih serta tempat ribuan ikan semah berkembang biak. Menurut cerita warga setempat dan beberapa orang anggota pencinta alam yang pernah berkunjung ke danau tersebut, ikan yang ada di dalam danau hanya bisa ditangkap dengan menggunakan pancing. Jika hanya menggunakan peralatan lain, jangan harap bisa mendapatkan ikan. Pernah ada warga setempat yang memasang jaring untuk menangkap ikan semah di dalam danau, namun tak satu pun ikan didapat. Menariknya lagi, bagi pemancing yang ingin memancing di Danau Kaco, mereka harus memiliki niat yang baik. Jika tidak, maka orang itu tidak akan mendapat ikan. Selain itu, jumlah tangkapan juga tergantung pada niat pemancing. “Jika pemancing niatnya mau ikan lima ekor, maka ikan yang didapatkan saat memancing hanya lima ekor saja. Kalaupun dapat ikan lebih banyak, maka ikan yang didapat bukan ikan semah, namun ikan lele yang sebenarnya tidak pernah terlihat dari permukaan danau,” ujar Sofa, pencinta alam yang sudah beberapa kali mengunjungi danau tersebut. Selain itu, Danau Kaco juga mengeluarkan cahaya yang terang, terutama pada saat bulan purnama. “Jika berkemah di Danau Kaco, apalagi saat bulan purnama, maka pengunjung tidak membutuhkan penerangan karena air danau mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Jika dilihat dari kejauhan, cahayanya terlihat seperti lampu yang diarahkan ke langit,” katanya.

Cerita rakyat Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut dulunya disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa saat itu. “Menurut cerita sesepuh desa, intan yang disimpan Raja Gagak di dasar Danau Kaco adalah intan dan emas titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melamar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang ada di Kerinci diterima Raja Gagak, akhirnya ia kebingungan menerima yang mana,” jelas warga Kecamatan Gunung Raya, Jon Hendri. Putri Napal Melintang sendiri, kata Jon Hendri, dikenal memiliki wajah yang sangat cantik sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu. Bahkan, karena kecantikannya ia juga dicintai ayahnya sendiri. “Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan emas dan intan yang dititipkan oleh para pangeran sebagai tanda janji, dan menyimpan emas dan intan tersebut di dasar danau,” tambah Jon. Sampai saat ini, kata Jon Hendri, warga Kecamatan Gunung Raya, masih memercayai intan tersebut masih tersimpan di dasar danau. Beberapa tahun lalu, sempat ada warga yang ingin mencoba mengeringkan air Danau Kaco, namun nasib naas dialami warga itu. Ia meninggal karena sakit yang tak kunjung sembuh. “Percobaan pengambilan intan di dasar Danau Kaco ini telah menbuat pria bernama Lisyuar Yusuf, warga Koto Payang, meninggal dunia. Sejak itu tidak ada lagi warga yang berani mengganggu intan yang ada di dasar danau,” sebut Jon Hendri.

Jalan kaki 4 jam Untuk bisa sampai ke Danau Kaco, pengunjung harus berjalan kaki selama empat jam dari Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, melintasi kawasan TNKS. Selama di perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asri karena dilindungi oleh warga setempat. Namun, bagi yang membawa kendaraan pribadi, mereka bisa menghemat waktu satu jam. Kendaraan hanya bisa masuk sampai ke Benteng Depati Parbo, pahlawan Kerinci yang namanya sangat terkenal. Selanjutnya perjalanan bisa dengan berjalan kaki. “Sebelum memasuki kawasan Danau Kaco, jangan lupa meminta izin terlebih dahulu pada orang adat setempat. Menurut pengakuan orang adat, kawasan Danau Kaco merupakan wilayah mereka,” tambah seorang anggota pencinta alam kepada Tribun.

Keunikan lain Keunikan Danau Kaco bisa dikatakan sebagai bagian dari 15 danau di seluruh dunia yang memiliki kekhasan berbeda, di antaranya Danau Kalimutu yang memiliki warna-warna menakjubkan di Pulau Flores. Inilah danau satu-satunya di dunia yang warnanya bisa berubah-ubah setiap saat. Secara ilmiah, perubahan warna air sejumlah danau di dunia disebabkan banyak hal. Di antaranya dipengaruhi oleh kandungan mineral, jenis lumut, dan batu-batuan di dalam kawah tersebut. Selain itu, perubahan warna air danau juga sebagai dampak dari proses unsur kimia tanah. Hal ini merupakan bagian dari aktivitas gunung api. Menurut pengamatan Kepala Balai Taman Nasional Gatot Soebiantoro, berdasarkan riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, warna sebuah danau berwarna merah karena memiliki kandungan besi yang tinggi. Sementara berwarna danau biru karena terdapat tekanan gas yang sangat tinggi. Danau lain yang tak kalah menakjubkan adalah danau di Wucai Chi, China. Air di danau ini memiliki keunikan berbeda karena memiliki lima warna, yakni hijau, putih susu, biru, torquoise, dan kuning sekaligus. Karenanya, dikenal dengan sebutan danau lima warna, terletak di Jiuzhaugou, Sichuan. Danau ini terkenal juga dengan sebutan danau kristal karena airnya amat bersih dan bening. Karena uniknya, maka Unesco memasukkannya sebagai salah satu dalam koleksi warisan dunia

BAB III

KESIMPULAN

Jika kita hendak pergi berwisata ke pulau Sumatra, maka tidak salah jika kota jambi kita jadikan salah satu tujuan kita berwisata karena kota jambi juga tidak kalah dengan objek wisatanya yang beragam jika kita bandingkan dengan kota-kota lain yang memang sudah terkenal akan objek wisatanya seperti bali, jogja, bandung, maupun Jakarta tentunya. Dengan harga yang terbilang murah untuk masuk ke salah satu objek wisatanya tentu tidak akan masalah bukan. Selain kita bisa bisa berkunjung yang artinya dapat meningkatkan pendapatan daerah tersebut dan ikut membantu bidang pariwisata di kota jambi.

sumber :

http://www.wikipedia.co.id/jambi

http://disporabudpar.jambikota.go.id/

http://www.google.co.id

4 thoughts on “OBJEK WISATA KOTA JAMBI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s