BAHASA INDONESIA : PENGOREKSIAN ARTIKEL

Penyelam Rusia Temukan Bongkahan “Meteor Chelyabinsk”

 

Masih ingat dengan bola api besar yang jatuh di Pegunungan Ural, Rusia, pada 15 Februari lalu? Delapan bulan setelah meteor itu meledak, akhirnya ditemukan bongkahan besar dari batuan meteor yang dikenal dengan nama “Meteor Chelyabinsk.”

Melansir CNN, 18 Oktober 2013, bongkahan batuan meteor itu memiliki berat 570 kilogram, ditemukan di Danau Chebarkul, Chelyabinsk, Ural Rusia, dalam sebuah operasi tertutup.

Batuan meteor gelap yang berdiameter sekitar 1,5 meter itu berhasil diseret oleh para penyelam ke tepi danau, kemudian dipotong menjadi tiga bagian lebih sebelum diangkut oleh tim operasi pemburu meteor.

“Jika benar meteor yang ditemukan memiliki berat 570 kilogram, maka bisa dipastikan meteor itu batuan luar angkasa terbesar yang pernah ditemukan,” kata Andrei Kocherov, peneliti dari Chelyabinsk University, Rusia.

Tim peneliti merasa perlu meneliti lebih jauh tentang asal-usul batuan meteor tersebut. Apakah benar-benar berasal dari ruang angkasa atau bukan.

“Survei visual dari batuan meteor itu tidak 100 persen memastikan kalau batuan itu benar-benar meteor. Harus ada penelitian lebih lanjut untuk memastikannya, seperti analisis struktur dan lainnya,” jelas Kocherov.

Tim peneliti telah diberikan kesempatan oleh pemerintah Rusia untuk meneliti lebih lanjut fragmen meteor tersebut setelah selasai dipamerkan di museum lokal Rusia.

Dari penelitian sebelumnya diketahui, meteor yang jatuh di Rusia itu terbentuk dari materi batuan yang sulit untuk dilihat atau “asteroid gelap.” Akibatnya, Meteor Chelyabinsk atau yang serupa sangat sulit dideteksi kedatangannya sehingga dianggap sangat berbahaya.

1.425 asteroid

Saat ini, Program Objek Dekat Bumi milik NASA berhasil melacak 10.303 asteroid dan 1.425 di antaranya diklasifikasikan sebagai asteroid yang berpotensi berbahaya bagi Bumi.

“Kebanyakan asteroid dilacak dengan menggunakan radar yang mengandalkan cahaya. Namun, asteroid gelap sangat sulit terdeteksi saat berada di lingkungan yang minim cahaya,” kata Dr Thomas Kohout dari University of Helsinki, Finlandia.

Kohout juga menyampaikan, penduduk di Rusia beruntung, meteor Chelyabinsk yang berasal dari asteroid gelap sebagian besarnya telah hancur terbakar di atmosfer Bumi. Jika tidak, tentu meteor besar itu akan meluluhlantahkan Rusia.

 

Untitled

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s