Mata kuliah Softskill selama perkuliahan di Gunadarma

Saat beranjak dewasa, kita bakal dikenalkan oleh dua hal yang sangat penting dalam menjalanin hidup, dua hal tersebut merupakan modal bagi siapa saja ketika mereka akan terjun ke dalam lingkungan masyarakat maupun lingkungan kerja. Dua itu biasa disebut dengan softskill dan hardskill.

Apa itu Softskill ? dan apa itu Hardskill?, Softskill itu merupakan sebuah istilah yang secara sosiologis yang berhubungan dengan kepribadian dalam diri seseorang, bagaimana cara orang dalam  bersikap, dan gaya bahasa yang ada dalam diri setiap orang saat mereka hendak berkomunikasi satu sama lain, dari sini lah dengan adanya softskill dapat menciptakan suatu perbedaan antara orang-orang yang terpelajar dan tidak terpelajar, akan tetapi tidak menutup kemungkinan sebaliknya tergantung bagaimana cara didik dari usia dini. Nah untuk menyelaraskan dengan adanya softskill, maka dibutuhkan juga hardskill sebagai penyeimbang. hardskill yang merupakan kebalikan dari Softkill itu yaitu kemampuan teknis yang dimiliki manusia ketika sedang belajar atau mengenyam pendidikan berupa pengetahuan berdasarkan bidang yang dikuasai, penguasaan teknologi, dan berbagai pekerjaan lainya yang memang dituntut untuk menggunakan logika dan praktiknya. Bisa dikatakan bahwa dengan adanya softskill, merupakan modal yang datang dari dalam diri ketika hendak bersosialisasi, dan hardskill ketika dalam menyelesaikan berbagai tuntutan hidup dan pekerjaan yang memang membutuhkan kecerdasan logika maupun kemampuan fisik.

Ketika memasuki awal tahun perkuliahan di Gunadarma, saya sudah dikenalkan dengan mata kuliah softskill, karena masih terlalu asing di telinga saya, apa itu Softskill? Sedangkan selama ini saya hanya tau istilah skill yang berarti kemampuan. Berarti softskill itu adalah soft yang berarti lembut, lembek dan digabung dengan kata skill sehingga menjadi kemampuan yang lembut. Saya pun sempat tertawa ketika membayangkan hal tersebut.maklum saja ketika dibangku sekolah, dari pihak bapak/ibu guru pun tidak pernah menjelaskan secara jelas apa itu softskill, yang saya tau saya hanya disuruh belajar dan mengerjakan tugas lalu ujian. Oke kita lanjut lagi, universitas gunadarma memang menerapkan matakuliah softskill sebagai salah satu mata kuliah yang wajib ada di setiap semester, menurut saya sendiri mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang cukup simple dalam mengerjakanya karena dosen hanya memberikan kita sebuah topic pembahasan dan sisanya kita akan disuruh mencari di internet lalu di posting ke dalam blog dan studentsite, bagi yang belum membuat blog sangat disarankan untuk membuat terlebih  dahulu ya. Tapi pada kenyataanya selama 8 semester ini (saya sudah mahasiswa akhir) saya perhatikan banyak diantara teman saya yang malas sekali mengerjakan matakuliah ini, bahkan untuk membuat sebuah tulisan yang memang tergolong “boleh copas sana sini, yang penting mencantumkan sumber”, mereka pun masih banyak yang tidak mengerjakan. Sehingga ada juga yang mendapat nilai E atau P (bagi yang belum tau apa itu p, p berarti pending..hahaha). menjadikan mata kuliah softskill termasuk matakuliah yang mudah namun terasa sulit dikerjakan bukan karena memang sulit seperti kalkulus atau programming tetapi karena factor kemalasan dalam diri manusia itu sendiri, lebih tepatnya memandang rendah (baca : meremehkan).

Oke lanjut lagi, mata kuliah softskill itu tidak hanya dengan nama softskill, tetapi terdapat perbedaan dalam setiap semester, diantaranya :

  1. Ilmu sosial dasar
  2. Ilmu budaya dasar
  3. Teori organisasi umum
  4. Teori organisasi umum 2
  5. Bahasa indonesia 1
  6. Bahasa indonesia 2
  7. Pengantar telematika
  8. Etika & profesionalisme TSI,

Jadi selama menjalani 8 semester ini, saya sudah dihadapkan pada 8 nama matkul diatas, dimulai dengan matkul yang sifatnya lebih ke hal yang social hingga membahas tentang budaya yang terbentuk dalam diri kita, lalu lanjut ke matkul yang membahas seputar organisasi dimana kita bisa mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan organisasi, lalu lanjut ke bahasa, pada matkul bahasa, kita belajar bagaimana membuat sebuah tulisan, dari kesalahan ejaan hingga bagaimana cara penulisan yang benar hingga pada akhirnya matkul ini membahas mengenai etika  dan profesionalisme yaitu sebuah gambaran bagaimana kehidupan didunia kerja nanti yang tentu sesuai dengan bidang dan jurusan yang sedang kita jalani. Dari 8 matkul mungkin dan meskipun sedikit, saya telah mendapat kan berbagai gambaran bagaimana saya nanti akan berkerja dan pekerjaan apa yang akan saya geluti, jujur saja saya berkata “mungkin dan sedikit” karena sampai saat ini saya masih ragu, karena banyak sekali pilihan yang saya ambil, tentu dengan resikonya tiap masing-masing pilihan. Saat belajar matkul social dasar, organisasi, bahasa, pengantar telematika, etika dan profesionalisme, jujur saja saya suka dengan semua matkul tersebut karena telah membuka mata saya dan membayangkan ketika terjun ke lingkungan kerja dan masyarakat.

Dari awal saya memang suka teknologi, tetapi saya juga berasal dari jurusan ips, saya ingin sekali belajar teknologi yang pastinya akan beralih ke belajar computer, itu artinya saya setidaknya mengerti apa itu bahasa pemrograman, hardware dan software, karena tidak bisa masuk jurusan it, masih ada harapan masuk jurusan si, awalnya pun menyenangkan tetapi lama kelamaan saya pun terasa kesulitan, mungkin ini yang biasa disebut oleh kebanyakan orang dengan istilah “ salah jurusan”, tapi karena suka mau gimana lagi, ya jalanin donk, padahal kenyataanya saya lebih suka dengan hal desain, tapi tetep nyambung kok. Karena dunia teknologi tidak jauh dari hal desain, contohnya aja  saat mengunjungi website, katakana lah website jual beli, pasti untuk menarik konsumen tidak hanya berfokus pada sistem jual belinya saja seperti kata “aman dan terpercaya” namun juga perlu mementingkan dalam hal desain karena desain itu bagus dan jelek akan menjadi hal yang peranya penting, mengapa demikian?karena manusia mayoritas suka dengan objek yang bergerak, bewarna dan indah, tidak mungkin dipungkiri sejak zaman dahulu kala,.heheh. Jadi, apabila sistem dan desain sudah baik bukan tidak mungkin jika konsumen berkurang, malah akan bertambah.

Dari situlah  saya berfikir jikalau kemampuan saya dalam hal coding mungkin sangat lemah, maka saya akan lebih focus ke hal desain, kemungkinan peluang saya akan besar disitu. Apalagi tawaran pekerjaan dalam bidang desain tidak kalah dengan tawaran pekerjaaan lainya, maka dari itu saya mulai memperlajari berbagai hal mengenai desain baik itu konsep maupun praktiknya meliputi software pendukung apa saja yang akan membantu saya nanti. Untuk itu saya putuskan bahwa saya akan menjadi seorang desainer grafis. Meskipun sering beredar rumor bahwa gaji desainer grafis  itu kecil, wajar aja namanya juga tinggal di Indonesia dimana masih banyak perusahaan yang masih memandang rendah sesuatu yang bernilai tinggi, nggak jauh jauh deh contohnya aja kaya para programmer yang masih ada saja yang dibayar murah, padahal pengalaman sudah segudang, tapi saya tetap optimis bahwa hanya mengandalkan gaji saja tidak akan cukup, maka kemungkinan ya bakal jadi seorang pekerja lepas atau freelancer, apalagi yang namanya pekerjaan tidak hanya di Indonesia saja, banyak juga tawaran yang ada di luar negeri, sekiranya saya akan lebih meningkatkan lagi dari sisi softskill saya maupun di sisi hardskill.

Sekian dan terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s